Ritual Mowea Nganga, yang berkaitan dengan pelaksanaan nazar atau niat baik, juga akan menjadi bagian dari festival. Puncak dari ritual ini adalah penjelmaan seekor kerbau putih sebagai simbol pembersihan kampung, menjadikan festival ini sebagai persembahan budaya yang penuh makna.

Meskipun menghadapi kendala dalam pembangunan desa, terutama karena melewati daerah konservatif, pemerintah setempat berkomitmen untuk membantu membangun infrastruktur, khususnya jalan, guna mendukung potensi pariwisata di kampung adat ini.

Kadis Pariwisata Bombana, Anisa, juga menegaskan bahwa kampung ini tidak hanya memelihara tradisi dan budaya secara turun-temurun, tetapi juga menjadi destinasi unik bagi wisatawan yang ingin merasakan kekayaan budaya dan kearifan lokal yang khas.

"Festival ini adalah untuk melestarikan nilai-nilai kampung adat dan mengenalkan serta mengembangkan Hukaea Laea," ujar Anisa.

Tari Lumense, mengisi setiap hajatan besar suku Moronene. Foto: Repro Wikipedia.org