Setelah melewati perkebunan sawit, kita kembali disuguhkan hutan yang telah digunduli untuk pertambangan. Dalam perjalanan juga, kita harus tetap berhati-hati karena jalan berkelok dan menanjak, serta masih banyak alat berat dan truk perusahaan tambang yang beraktifitas.
Sungguh miris melihatnya, melihat disepanjang perjalanan di sebelah kiri merupakan pesisir pantai tak ada pemukiman, tapi hanya bekas galian. Di sebalah kanan terdapat kubangan yang entah dibawa kemana tanahnya.
Sesekali ada pemukiman hanya saja setelah ditelisik lebih jauh, itu adalah basecamp dan mungkin saja kantor bagi karyawan tambang. Karena ditempat itu juga ada alat berat dan truk yang jarang kita lihat di perkotaan.
Perjalanan dilanjutkan, kita akan melewati jalan yang tertutup oleh portal dan di jaga oleh security. Mesti laporan dulu mau kemana tujuan kita, setelah itu barulah portal tersebut dibuka, kemudian salah satu security menuntun kita hingga ke pintu keluar.
Ternyata itu adalah satu-satunya jalan untuk masuk ke dalam perusahaan tambang di Kecamatan Langgikima yang berada di pesisir pantai. Dalam perjalanan juga kita akan melihat papan pengumuman tentang kepemilikan tanah oleh perusahaan tambang.
