Tujuannya adalah untuk membangkitkan semangat kebersamaan dan memupuk rasa silaturahmi dan persaudaraan bukan hanya masyarakat lokal tetapi budaya kasambu-sambu bisa menguatkan semangat keluarga di perantauan. Pelaksanaan kegiatan kasambu-sambu atas prakarsa tokoh agama dan masyarakat.

"Masyarakat yang hadir dalam acara tersebut sekitar 1000 orang lebih dan untuk tahun ini jumlah talang ada 80-90 talang, begitupun tahun-tahun yang lalu masyarakat juga sangat antuasias," ucapnya, Sabtu (29/4/2023).

Syarifudin berharap agar masyarakat lebih semarak lagi dalam perayaan pesta adat tersebut, kemudian kearifan lokal bukan semata-mata bertumpuk pada masyarakat Kolese tetapi bisa menjadi agenda rutin tahunan Kota Baubau dalam bentuk mempromosikan wisata kearifan lokal.

Menurut seorang perangkat masjid di Kolese, Khazani menuturkan, pesta adat tersebut dimulai dari tahun 1950-an, tetapi sempat terhenti dan berjalan lagi sejak 23 tahun lalu hingga sekarang.

"Pesta adat tersebut sebagai bentuk silaturahmi antar masyarakat yang datang," ucapnya.