Sebelum nama-nama tersebut di Fali, para perangkat masjid menjalankan solat sunat. Kemudian para perangkat masjid mengambil Al-Quran untuk dibuka pada bagian tengah. Setelah terbuka, Qur'an tersebut kemudian dibuka sebanyak tujuh lembar. Kemudian para perangkat masjid tersebut membaca tujuh ayat dari lembaran tersebut. Jika pada ayat tersebut terdapat banyak huruf dianggap Ha, maka itu dianggap baik. Namun jika ternyata terdapat banyak huruf Kha, nama itu langsung dicoret karena dianggap tidak baik.

"Seperti ini singkatnya proses tahapan pemilihan sultan di Buton saat itu," tukasnya.

Bupati Buton, La Bakry mengatakan, pelestarian budaya merupakan visi misi Umar-Bakry sejak tahun 2012-2017 dan 2017 hingga saat ini dalam membangun Buton. Tak lupa juga ia mengucapkan apresiasi terhadap kegiatan tersebut yang tetap menjaga protab kesehatan di masa pandemi ini.

"Kita sejak 2012 hingga kini visi misi kita yakni menjadikan Buton sebagai wilayah industri dan budaya," imbuhnya.

Sementara itu, ketua panitia kegiatan, La Subu mengucapkan rasa terimakasih kepada masyarakat Suandala yang bersama-sama menyukseskan kegiatan tahunan tersebut.