Selain itu, peta jalan ini akan menjadi acuan dalam penetapan prioritas riset menjelang misi Artemis III pada 2027. Misi tersebut akan membawa manusia kembali ke Bulan sekaligus melakukan eksperimen mengenai pertumbuhan tanaman di permukaan Bulan, yang menjadi bagian penting dalam pengembangan kemampuan bertani di luar Bumi.

Riset mengenai tanaman yang dirancang untuk bertahan hidup di Bulan dan Mars dinilai memberikan manfaat tambahan bagi Bumi.  

Pendekatan yang menekankan efisiensi, ketahanan, dan pemantauan presisi tersebut dapat diterapkan dalam sistem pertanian berkelanjutan, khususnya di wilayah rentan kekeringan, kawasan padat penduduk, serta daerah terpencil.

Dengan dirilisnya peta jalan ini, arah pengembangan pertanian antariksa menjadi lebih terstruktur dan terukur. Para ilmuwan berharap bahwa inovasi yang dikembangkan untuk kebutuhan antariksa dapat menjadi dasar bagi penguatan ketahanan pangan di Bumi melalui teknologi yang lebih efisien dan berkelanjutan. (Xinhua)

Penulis: Ahmad Jaelani