Abidin berharap Pemerintahan Kabupaten Kolaka Utara dapat membantu para petani sehingga dapat memperoleh pupuk bersubsidi tidak melebihi HET, termasuk mengakomodasi para petani yang layak mendapatkan pupuk namun tidak terdaftar dalam E-RDKK.

"Saya berharap pemerintahan sentempat membantu supaya harga pupuk bisa sama dengan daerah-daerah lain," pintanya.

Seorang kader HMI Cabang Kolaka Utara, Akbar Tanjung, yang turut mendampingi belasan petani membenarkan kondisi yang dialami para petani di Kolaka Utara.

"Hasil observasi kami ke petani, mereka membeli pupuk subsidi itu bervariasi dari harga Rp 180.000 sampai Rp 200.000 per sak. Informasi petani di Desa Porehu itu pupuk subsidi harganya Rp 220.000 per sak," ungkapnya.

Kata Akbar, data yang mereka peroleh valid dan dapat mereka pertanggungjawabkan.