Di tempat yang sama, Fathulla Hasyim yang juga anggota Komisi II, juga menyampaikan beberapa keluhan para petani saat reses. Keluhan tersebut antara lain selisih harga di tingkat pengecer yang jauh dari HET pupuk subsidi.

"Banyak pemdes yang mengusul nama-nama kelompok tani namun ternyata tidak ter-cover. Pangkalan atau pengecer pada hari Jumat tutup, sementara para petani yang berdomisili di daerah pegunungan memiliki waktu luang pada hari itu," kata Fathulla.

Politisi Partai Demokra Kolaka Utara ini menegaskan, Komisi II akan kembali menggelar rapat dengar pendapat (RDP) pada hari Jumat (26/9/2025) bersama semua pihak, termasuk pengecer, penyuluh pertanian, tim pengawas pupuk subsidi Pemkab Kolaka Utara untuk menghasilkan keputusan yang tepat.

"Jadi hari (ini) kita serap aspirasi dulu, biar keputusannya tepat. Jumat (nanti) sesuai kesepakatan kita rapat ulang menghadirkan pihak-pihak terkait serta teman-teman lintas komisi," pungkasnya. (A)

Penulis: Muh. Risal H