Ia juga terpaksa melepas dua hewan kerbau di persawahannya untuk melalap seluruh jerami-jerami padi yang tak harap untuk bertumbuh lagi.
"Persawahan ini cocok jadi rumput kerbau saja, sehingga saya biarkan kerbau makan. Ini kegagalan paling parah yang saya alami" tutur Antonius, Kamis (23/6/2022).
Baca Juga: Camat Diduga Tak Membuat Laporan Resmi Terkait Gugatan Calon Kades
Serangan hama WBC sendiri, kata Antonius ditandai dengan perubahan warna padi dari hijau menjadi cokelat kemerah-merahan. Kondisi itu menyebar ke seluruh petak hingga tanamannya menjadi layu dan kering.
Ia pun berharap kepada Pemerintah Kabupaten Manggarai melalui PPL agar secepatnya mencari pengobatan yang tepat untuk merespon kondisi ini.
