Ia berkata dari total 6.000 hektare sawah ada sekitar 30 persen yang gagal panen berdasarkan laporan yang masuk.

Baca Juga: PKK Kolaka Timur Gelar Jambore Kader 2022, Ini Kata Bupati

Mika bilang, WBC itu berjenis wereng cokelat yang cenderung menyerang batang-batang padi pada waktu dan kondisi tertentu.

Ia mengaku, WBC itu bukan hanya di Tal tetapi juga di Iteng, Wewo, Paka dan Hilihintir. Karena itu pihaknya menyiapkan opsi agar tidak dilakukan penanaman serempak, pergantian pestisida dan pergantian tanaman.

"Kalau pestisida tidak mempan yah satu-satunya jalan deradikalisasi total. Artinya dalam satu musim tanam kita stopkan saja" tekan Mika seperti dilansir Tvonenews.com