Baca Juga: Wabah El Nino, Berdampak pada Harga Sembako di Kota Kendari
Tempat yang sama Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Provinsi Sulawesi Tenggara La Ode Muhammad Rusdin Jaya mengungkapkan, pihaknya menyarankan petani di Kabupaten Kolaka menggunakan benih tanaman padi biofortivikasi varietas Inpari IR, dimana kandungan zinc pada varietas ini lebih tinggi dibanding varietas lainnya.
"Diketahui kandungan zinc ini sangat berperan penting dalam mencegah stunting," jelasnya.
Ia menambahkan, dalam kondisi El Nino, petani di Kolaka lakukan panen raya di Kelurahan Tahoa, Kecamatan Kolaka, Kabupaten Kolaka seluas 144 hektare dengan produksi 5,2 ton per hektare. Sementara pertanaman perbenihan varietas kaya nutrisi pada lokasi ini kurang lebih 10 hektare.
Ia berharap padi dengan varietas ini dapat tersebar ke seluruh wilayah Sulawesi Tenggara, karena kejadian stunting dan kekurangan gizi sudah melanda beberapa kabupaten/kota.
