Baca Juga: Pemkab Kolaka Utara Bakal Revitalisasi 250 Hektare Lahan Kakao Tahun Ini

"Kami meminta DPRD Kolut yang terhormat, menstabilkan harga kakao mengikut harga pasar. Karena komoditi kakao ini merupakan program unggulan pemerintah daerah melalui program revitalisasi kakao," pinta Aryadi, Senin (8/9/2025).

Sangat disayangkan, kata dia, harga kakao terus turun sementara Sulawesi Tenggara merupakan penyuplai kakao terbesar di Indonesia dengan basis produksi berada di Kabupaten Kolaka Utara.

"Sekali-kalilah ini anggota dewan yang terhormat melihat juga tanah hijau, jangan hanya tanah merah (tambang) terus jadi prioritas," pesannya.

Praktisi dan juga penyuluh kakao Kolaka Utara, Chaerun Haes Corowi membenarkan turunnya harga biji kakao kering dan tidak adanya harga untuk biji kakao basah.