Saat itu, ia melihat korban melintas dengan sepeda motor menuju kebun nilamnya. Sesaat kemudian, terdengar suara petir. Namun, Ferdi tidak menyadari bahwa petir telah menyambar Samrun.
Tak lama setelah kejadian, saksi lainnya, Gede, yang bekerja sebagai sopir dan tercatat warga Desa Alosika, melaporkan bahwa seseorang telah tersambar petir.
Warga yang mendengar informasi ini segera menuju lokasi dan menemukan korban dalam kondisi terbaring di depan pondok kebun milik Yuslan.
Korban mengalami luka bakar di beberapa bagian tubuh, termasuk dagu, leher, dan punggung. Topi dan celana yang dikenakannya turut terbakar akibat sambaran petir.
Warga yang menemukan korban langsung mengevakuasinya ke rumah duka yang berjarak sekitar dua kilometer dari lokasi kejadian.
