MUNA BARAT, TELISIK.ID - Petani di Muna Barat masih mengeluh terkait kurangnya pengadaan bibit dan sumber air bagi perkebunan. Sementara itu, dalam rangka penanganan inflasi, masyarakat diimbau melakukan penanaman tanaman cepat panen.

Seperti yang dikeluhkan salah satu masyarakat Desa Marobea, Kecamatan Sawerigadi, Yasmadi. Dia mengatakan, hambatan yang selalu ia rasakan sebagai salah seorang petani cabai yakni kurangnya air untuk menyiram tanaman cabai.

"Kendalanya air untuk menyiram cabai, belum ada sumber air bersih," ungkapnya.

Di tempat yang sama, salah satu petani jagung kuning, Ambar Wati mengatakan, kendala yang ia hadapi yaitu kurangnya bibit jagung bisi dua, sehingga bibit yang ia tanam selama ini tidak sesuai yang ia harapkan.

"Bibit bisi 2 ini sangat memuaskan hasil panennya, jadi selama ini bibit yang saya tanam kurang maksimal, karena bukan bisi dua," ujarnya.