"Ini untung dengan modal yang dikeluarkan tidak sesuai harapan, karena lebih besar modal daripada hasil penjualan," ujar Hendrik, Selasa (4/3/2025).
Petani nilam lainnya, Piyur, menyebutkan bahwa fluktuasi harga minyak nilam adalah hal yang biasa terjadi di pasar. Namun, ia menilai banyak petani yang kini mulai mempertimbangkan untuk beralih ke tanaman lain akibat penurunan harga ini.
Informasi yang diterima telisik.id dari petani, penurunan harga minyak nilam juga disebabkan oleh tindakan petani itu sendiri.
Saat harga minyak nilam melonjak tinggi, banyak petani yang berlomba-lomba untuk memanen tanaman nilam meskipun sebagian tanaman belum cukup umur.
Petani yang ingin mendapatkan keuntungan lebih cepat, terpaksa memanen nilam pada usia tiga bulan, padahal idealnya nilam dipanen pada usia minimal enam bulan untuk menghasilkan minyak atsiri yang berkualitas baik.
