Penurunan kualitas ini memengaruhi harga jual minyak nilam yang semakin merosot.
Piyur menjelaskan bahwa jika harga minyak nilam hanya turun hingga Rp 1,2 juta per kilogram, petani masih bisa mendapatkan keuntungan sekitar 50 persen, setelah mengurangi biaya untuk perawatan, pupuk, dan penyulingan.
Menurut Piyur, dalam budidaya tanaman nilam, ada banyak faktor yang harus diperhatikan agar hasil yang diperoleh optimal. Salah satunya adalah pemupukan tanah, terutama bagi tanah yang sudah sering ditanami nilam.
Pemberian pupuk dan pengelolaan tanaman juga sangat menentukan keberhasilan. Selain itu, penyemprotan racun rumput di sekitar tanaman nilam juga diperlukan untuk menjaga agar tanaman nilam tumbuh subur tanpa terganggu gulma.
Baca Juga: Saung Ramadan Jilid 5 Berdayakan UMKM Baubau
