Kedahsyatan petir dimaknai umat Islam bukan sekedar fenomena alam, tetapi sebagai bentuk tasbih dari para malaikat penjaga langit.
"Dan guruh bertasbih memuji-Nya (demikian pula) para malaikat karena takut kepada-Nya." (QS ar-Ra'd [13]: 13).
Rasulullah SAW menyebut petir sebagai suara para malaikat. "Ar-Ra'du (petir) adalah malaikat yang diberi tugas mengurus awan dan bersamanya pengoyak dari api yang memindahkan awan sesuai dengan kehendak Allah." (HR Tirmizi).
Fenomena petir juga disebutkan dalam hadis berikut:
Dari Ibnu Abbas berkata, orang-orang Yahudi mendatangi Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam dan berkata, Wahai Abu Al Qasim, ceritakan kepada kami apakah halilintar itu! beliau menjawab, "Itu adalah seorang malaikat yang ditugaskan (mengatur) awan, bersamanya ada angin dari api untuk menggiring awan sesuai kehendak Allah." Mereka bertanya: Lalu dari mana asal suara (halilintar) yang kita dengar itu? Beliau menjawab, "Itu adalah benturan dengan awan dan akan berhenti sesuai dengan perintah Allah." mereka berkata, Engkau benar, (HR. Tirmidzi No. 3117, Shohih).
