Namun, Bahlil tidak menjelaskan siapa sebenarnya yang dimaksud dengan Raja Jawa. Ia hanya memberikan peringatan kepada partainya. “Waduh, ini ngeri-ngeri sedap barang ini. Saya kasih tahu, sudah, waduh ini, dan sudah banyak, sudah lihat kan barang ini kan, ya tidak perlu saya ungkapkan lah,” imbuhnya. (C)

Penulis: Ahmad Jaelani

Editor: Mustaqim

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS