Jokowi menyampaikan, krisis perekonomian dunia juga terparah dalam sejarah juga dirasakan dampaknya bagi ekonomi Indonesia.

Kuartal pertama 2020, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih plus 2,97 persen, tapi di kuartal ke dua telah berada di minus 5,32 persen.

Baca juga: Heboh, Anak Amien Rais dan Wakil Ketua KPK Ribut di Pesawat Garuda

”Ekonomi negara-negara maju bahkan minus belasan persen, sampai minus 17-20 persen. Kemunduran banyak negara-negara besar ini bisa menjadi peluang dan momentum bagi kita untuk mengejar ketertinggalan,” kata Presiden.

Ibarat komputer, lanjut Jokowi, perekonomian semua negara saat ini sedang macet, sedangkan semua negara, menurutnya, harus menjalani proses mati komputer sesaat, harus melakukan Restart, harus melakukan Rebooting dan semua negara mempunyai kesempatan men-setting ulang semua sistemnya.