Menurut Ketua DPC GMNI Kendari, Rasmin Jaya, sistem saat ini masih bersifat prosedural, bukan bersifat substansial, sehingga berdasarkan keresahan pemuda dan mahasiswa merasa penting untuk memberikan panggung kepada kontestan dan peserta pemilu yang maju pada momentum 2024 untuk menjelaskan programnya lebih kongkret dan tak hanya janji manis semata.
Baca Juga: Distribusi Logistik Pilgub Sultra 2024 ke Wanci - Kamaru Terhambat
Di samping itu juga bisa lebih meningkatkan partisipasi masyarakat, kualitas demokrasi yang lebih baik lagi, agar agenda pilkada serentak ini lebih terasa di masyarakat. Bukan hanya menggunakan kekuatan finansial untuk mendapatkan kemenangan atau menghadirkan artis untuk mendulang antusias masyarakat.
“Kesalahan memilih pemimpin ke depannya akan berdampak buruk, tidak saja bagi rakyat melainkan masa depan daerah juga dipertaruhkan. Oleh karena itu, kecerdasan dalam memilih pemimpin dan partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan, tentu itu juga meningkatkan kualitas demokrasi agar semakin baik,” katanya.
Pendidikan politik harus menjadi tanggung jawab semua pihak, khususnya para elite politik yang memiliki kedudukan strategis atau sedang memiliki peran sentral dalam sistem politik. Tanpa terjadinya pendidikan politik yang sehat dan baik, maka dipastikan tidak akan terjadi peningkatan kecerdasan politik publik.
