KENDARI, TELISIK.ID - Adanya opsi penundaan Pilkada serentak tahun 2020 di Indonesia oleh KPU RI dinilai dapat mempengaruhi konstalasi politik para calon kepala daerah (Cakada), termasuk di Sulawesi Tenggara (Sultra).

Pengamat politik Sultra, Prof Dr H Eka Suaib MSi, menilai, jika penundaan Pilkada benar-benar terjadi, maka akan berdampak bagi para calon, baik petahana maupun untuk penantang.

Kata Prof Eka, penundaan Pilkada juga dapat mempengaruhi elektabilitas yang ada dari masing-masing kandidat.

Para calon terangnya, terutama untuk penantang menjadi punya peluang agar dapat lebih meningkatkan elektabilitasnya. Sementara di sisi lain, petahana harus pula mempertahankan elektabilitasnya.

"Ini peluang bagi penantang, karena bisa mendongkrak eletabilitasnya. Sementara petahana harus pula mempertahankan ritme elektabilitasnya," urainya.