Politik kekerabatan ini dimaksudkan cengkeraman elit yang masih dominan di banyak daerah. Persoalan ini karena terkait partai yang dinilai gagal menjaring kader-kader terbaik untuk maju ke pilkada.
Baca juga: Gelar Diskusi Online, OASIS Bedah Masa Depan Sultra
"Penyebaran hoax atau fitnah di pilkada juga menjadi persoalan utama dan penyelenggara yang tidak independen masih jadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan agar ada perbaikan kualitas dan integritas pilkada khususnya pada 2020," ujar Bariun kepada Telisik.id, Kamis (4/6/2020).
Tak kalah penting, menurutnya, persoalan yang disorot jelang pilkada 2020 terkait isu SARA. Kata Bariun, isu SARA dan hegemoni identitas bisa membuat masyarakat terbelah.
Potensi isu SARA bisa muncul terutama di daerah dengan tingkat homogenitas rendah. Apalagi, daerah yang jumlah calonnya hanya dua pasang.
