Oleh: Dr. M. Najib Husain
Dosen FISIP UHO
Kampanye digital bukanlah sesuatu yang berdiri sendiri. Dia hanya bisa tegak dan bertenaga jika ditopang strategi kampanye darat yang efektif. (Cangara,2009)
Di era saat ini, online dan offline harus saling menopang, sehingga seorang kandidat mesti mempertimbangkan pentingnya membangun kekuatan brand, serta menurunkannya dalam banyak produk kampanye dengan penggunaan berbagai perangkat teknologi media untuk menyebar pesan dengan teknik bercerita (storytelling) yang terkenal dalam dunia perpustakaan hal ini akan menyentuh rasa empati pemilih yang tidak mudah goyang oleh money politik.
Persoalannya hari ini Pilkada 2020 diharuskan hadir saat adanya COVID-19 yang menyebabkan sosialisasi di darat yang dilakukan kandidat selama ini tidak bisa dilakukan secara massif, sehingga strategi peperangan para kandidat tidak bisa berjalan berbarengan, tapi tidak berarti mesin politik harus didiamkan dan hanya menunggu hari H atau berharap dari hasil terawang oleh dukun politik yang akan mengatakan anda akan menang.
