Kampanye digital bisa sedemikian bertenaga ketika dikelola dengan baik, diposisikan sama penting dengan kampanye darat. Dengan catatan punya strategi mengolah pesan yang baik, Karena biarpun Anda sering kampanye di media sosial dan media online, namun ketika pesan Anda sulit dipahami, maka pasti akan gagal.

Biarpun tim Anda paling sering buat postingan, menyebar video dengan  gambar kandidat mendominasi pesan, yakinlah orang-orang akan tidak peduli karena bosan dan jenuh melihat wajah tanpa narasi edukatif. Jadi bagaimana mengolah pesan dengan sederhana dan langsung mengenai sasaran. Karena secanggih apapun tools yang dipakai, pasti tidak akan efektif jika tidak ditopang oleh strategi mengemas konten dan menyebarkan narasi dengan tepat.

Oleh sebab itu, bagi kandidat di 7 kabupaten yang sudah memainkan pertarungan di dunia maya, mesti rajin-rajin melakukan audit komunikasi setiap bulan untuk mengetahui titik lemah kerja tim. Mengaudit apakah pemilihan pesan yang tidak konsisten sehingga membingungkan khalayak, apakah kampanye itu ditopang isu-isu yang diserap kampanye darat, atau jangan-jangan dianggap hanya sebagai pelengkap dari strategi kampanye darat.

Namun, ruang publik di dunia maya juga punya sisi gelap, dan  mengkhawatirkan buat Barlow (2008: 36), sebagai contoh, membuat blog teramat mudah. Setiap orang dapat membuatnya dalam hitungan menit dan segera online, bahkan bagi seseorang dengan pengalaman yang minimum.

Padahal komunikasi seharusnya menjadi sarana untuk mengeliminir permasalahan, yang dalam pandangan Lasswell memiliki tiga fungsi sebagai instrumen untuk mengontrol lingkungan, beradaptasi dengan lingkungan dan melakukan transformasi warisan sosial. Aspek ini menunjukkan sebuah fakta sederhana, bahwa komunikasi baik secara teoretik dan aplikatif tidak bisa dipandang secara sederhana agar tidak besar dalam tempurung keilmuan.