KENDARI, TELISIK.ID - Menghadapi Pilkada di Sultra 9 Desember mendatang telah banyak politisi memproklamirkan diri untuk ikut serta dalam kontestasi politik mempertahankan atau merebut kursi kepala daerah.
Kontestasi politik tujuh daerah di Sultra mempertontonkan beberapa pasang kepala daerah (bupati dan wakil bupati) kini bakal menjadi lawan di Pilkada 2020. Mereka "bercerai" setelah hampir lima tahun bergandengan tangan memimpin daerah.
Menanggapi situasi politik di Sultra, pengamat politik nasional, Heri Budianto menerangkan bahwa, pemilihan umum pada praktiknya merupakan proses politik untuk memperoleh kekuasaan sehingga tidak ada istilah kawan atau lawan abadi, yang sebelumnya musuh kini bisa menjadi kawan.
"Dalam politik itu kan tidak ada kawan dan lawan. Berteman tidak ada yang abadi, berlawan juga tidak ada yang abadi, sehingga kepentinganlah yang ada disitu," terang Heri Budianto kepada Telisik.id, Minggu (31/5/2020).
Baca juga: Ikuti Jejak Sergio Ramos, James Rodriguez Main TikTok Pakai Lagu Indonesia
