Selain itu, menurut Heri Budianto kondisi politik tersebut juga merupakan sebuah catatan kegagalan partai dalam melakukan kaderisasi di tingkat daerah.

"Kalau kaderisasi pemimpin di daerah berjalan baik, tentu hal-hal tersebut bisa diminimalisir," tambahnya.

Menurutnya, partai harus benar-benar melakukan seleksi pemimpin yang ketat dari kader partainya sendiri dan bukan calon bajakan yang hanya memiliki uang dan mampu membeli kursi partai, karena kalau demikian, maka hanya orang tertentu yang memiliki kesempatan.

"Saya kira itu aspek negatifnya, karena kegagalan partai menyiapkan kaderisasi pemimpin daerah," pungkasnya.

Reporter: Musdar