Mereka melakukan kontra narasi di media sosial, terutama melalui grup facebook Wakatobi Online. Bahwa hasil survei lembaga tersebut bukanlah hasil final pemungutan suara pada 9 Desember mendatang.
Bahkan ada yang menganggap hasil survei itu tak lebih dari manipulasi data yang tidak sesuai kenyataan. Maka perang narasi semakin memanas.
Baca juga: Solusi Sistematis Penanganan Gizi Buruk
Tetapi sebelum hasil survei itu dipublikasikan, warganet di grup facebook Wakatobi Online sudah ramai dengan narasi-narasi kebencian: pendukung petahana menganggap pasangan Hati miskin pengalaman mengelola birokrasi; sementara kubu Hati menilai pasangan Halo gagal membangun Wakatobi.
Begitulah rivalitas, setiap orang punya hasrat untuk memenangkan kandidat yang dianggapnya sesuai dengan pilihannya. Saking menggebu-gebu hasrat manusia, dunia irasional acapkali menjadi opsi mendapatkan petunjuk siapa bakal jadi jawara.
