Maka dalam momentum Pilkada ini seharusnya kita kembali melihat ke dalam diri kita. Menjernihkan nurani dan pikiran supaya nanti saat berada di bilik Tempat Pemungutan Suara (TPS) kita benar-benar memilih sesuai tuntutan nurani, bukan memilih atas dasar uang dari calon tertentu.
Sebab penilaian yang jernih, dalam konteks ini terhadap calon bupati dan wakil bupati, berasal dari nurani dan akal sehat. Dalam suatu majelis pengajian yang pernah penulis ikuti, ada penjelasan menarik bahwa dalam diri manusia terdapat dunia kecil atau mikrokosmos. Dunia kecil yang dimaksud adalah nurani. Di sanalah Tuhan bersemayam.
Memilih salah satu calon bupati dan wakil bupati dengan menggunakan nurani dan akal sehat berarti kita "menjaring suara langit". Maka kalimat Vox Populi Vox Dei Est (suara rakyat adalah suara Tuhan) benar-benar menemukan makna sesungguhnya disini. Bukan uang, bukan jabatan, melainkan semata-mata memilih karena penilaian nurani dan akal sehat adalah hakikat demokrasi itu sendiri.
Lalu siapakah calon bupati dan wakil bupati yang layak memimpin Wakatobi selama 5 tahun mendatang? Wallahu a'lam. (*)
