BUTON TENGAH, TELISIK.ID - Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Desa Gumanano, Kecamatan Mawasangka, Buton Tengah (Buteng), menampilkan wajah berbeda. Tak seperti 34 desa lainnya di Buteng yang juga turut dalam gelaran Pilkades serentak.
Demokrasi menampilkan wajah dualistik di banyak tempat. Sebagai perwujudan kesetaraan sesama warga bangsa, kerap mengubah kehangatan sosial menjadi bara dendam yang kian bergejolak bahkan sampai periode berikutnya.
Fenomena itu kerap terjadi tidak hanya pada skala nasional, melainkan juga regional, hingga desa sekalipun. Di aras desa, sebagai pilar tegaknya negara, gotong-royong renggang oleh karena rebutan kursi kepala desa (Kades).
Hal demikian menjadikan Kades terpilih vis a vis dengan pemangku adat. Sehingga berbagai hajatan desa pun kerap tertunda oleh karena keakraban yang telah raib.
Dalam Pilkades tersebut menampilkan empat kandidat, yaitu Langkaene K sebagai petahana, Halidun sudah beberapa kali mencalon, La Abudu pendatang baru dan Jamaluddin juga pendatang baru dan calon Kades termuda.
