Masing-masing kandidat dan timnya bergerilya, mengampanyekan bahwa dirinya atau dukungannya adalah calon terbaik. Bantuan ditebar seperti menabur bibit jagung. Setiap lubang diisi dua sampai tiga butir jagung. Tak boleh ada satu lubang pun terlewat.

Rekam jejak para Cakades diurai helai per helai. Termasuk soal usia, muda atau tua. Kongkow-kongkow di gode-gode (balai-balai) atau di pos pemenangan menjadi trend dan lebih sering dilakukan.

Menyerang dan bertahan. Saling mengintip di pos masing-masing. Jika bertandang ke posko tertentu akan diklaim mendukung calon tersebut.

Di satu keluarga bahkan membelah diri, karena berbagai alasan. Bapak akan memilih calon tertentu, Ibu dan Anak memilih calon yang lain.

Alasan yang mereka kemukakan karena hubungan kekeluargaan, jasa baik calon atau tim suksesnya, hingga alasan lain. Demikianlah, antara Suami dan Istri berbeda pilihan, pun sesama Saudara. Ada yang perbedaan pilihan itu diatur, ada juga yang memang demikian adanya.