Baca juga: Bupati Nganjuk, Satu dari Seribu
Sama seperti pemilihan lainnya. Semua orang mafhum bahwa demokrasi yang kita anut adalah gelanggang kompetisi. Setiap kontestan dan kroni-kroninya akan melakukan berbagai macam cara.
Kamis, 10 Oktober 2019 Pilkades serentak itu digelar. Semua massa berbondong menuju tempat pemungutan suara.
Usai pemungutan suara dilakukanlah perhitungan. Hasilnya, Halidun diumumkan sebagai pemenang Pilkades di Gumanano tersebut. Langkaene K sebagai petahana, Jamaluddin sebagai Kades termuda dan La Abudu, kalah menurut perhitungan suara tersebut.
Sehari usai pemilihan, tepatnya Jumat, 11 Oktober 2019, para tetua kampung dan kandidat duduk bersila di rumah adat yang oleh masyarakat sekitar disebut kafewunta-a. Sama seperti namanya, kafewunta-a secara bahasa berarti kesetimbangan atau kemoderatan.
