"Kesepakatan UAE dan Bahrain dengan Israel hanya akan efektif jika kesepakatan tersebut dapat dijalankan dengan baik dan dihormati sebagaimana mestinya," ujarnya.
Azis mencontohkan kesepakatan terkait Palestina menjadi contoh masalah jika ada pihak yang di kemudian hari tidak menghormatinya.
"Kita belajar dari contoh kasus Palestina, kesepakatan internasional yang sudah ada saja kerap tidak di hormati oleh para pihak tertentu. Jadi, jangan sampai kita terlena dengan konsep baru yang belum teruji oleh ruang dan waktu. Justru, dunia perlu menyelesaikan terlebih dahulu isu Palestina, hak rakyat Palestina sebagaimana seharusnya sebuah negara yang merdeka,” terangnya.
Seperti diketahui, Israel dan Uni Emirat Arab sepakat untuk melakukan normalisasi relasi diplomatik.
Kesepakatan berlangsung di Gedung Putih, Amerika Serikat ditandai dengan pertemuan resmi Presiden AS, Donald Trump dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu dan para pejabat tinggi Bahrain dan Uni Emirat Arab, Selasa (16/9/2020) waktu setempat.
