KENDARI, TELISIK.ID - Pimpinan Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STIMIK) Bina Bangsa Kendari menanggapi kabar mengenai keterlibatan kampus dalam pertemuan politik.
Ketua Yayasan STIMIK Bina Bangsa, Muliati Saiman, menegaskan bahwa kampus tidak berpartisipasi dalam politik praktis dan tidak memberikan izin untuk pertemuan tersebut, yang berlangsung pada Sabtu (19/10/2024).
Menurut Muliati, meskipun tidak ada larangan untuk terlibat dalam politik, STIMIK Bina Bangsa Kendari memilih untuk tetap fokus pada pembenahan internal kampus. Ia menyayangkan bahwa beberapa tenaga pengajar dan pimpinan yang telah mengundurkan diri ikut serta dalam pertemuan politik tersebut.
Baca Juga: Hasilkan 2.532 Alumni, Stikes Pelita Ibu Siap Menuju Universitas
“Saya katakan bahwa pertemuan itu tidak resmi dan tidak ada surat masuk, baik dari BEM maupun pengelola. Mereka yang terlibat akan mendapatkan sanksi akademik, termasuk pemutusan hubungan kerja,” tegas Muliati.
