Sementara itu, Ketua STIMIK Bina Bangsa, Omar Wahid, mengatakan bahwa saat ini kampus fokus melakukan pembenahan setelah menghadapi beberapa kendala. Ia menegaskan agar nama STIMIK Bina Bangsa tidak digunakan dalam konteks politik.

“Kegiatan yang mengatasnamakan STIMIK Bina Bangsa, terutama di dunia politik, jangan dicantumkan. Jika individu ingin terlibat, itu adalah hak mereka sebagai warga negara,” kata Omar.

Baca Juga: Peserta Tes CPNS di Kendari Deg-degan, Ini Alur yang Dilalui

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STIMIK Bina Bangsa Kendari, Aldi Lamoito, juga menegaskan bahwa pertemuan politik yang dihadiri beberapa tenaga pengajar, alumni, dan mantan pimpinan dilakukan tanpa sepengetahuan pimpinan kampus.

Ia menyebutkan bahwa kegiatan itu tidak memiliki unsur formal dan dianggap ilegal.