Rusia menuduh Ukraina bertanggung jawab atas pembunuhan jenderal penting ini. Dmitry Medvedev menyebut serangan ini bentuk balas dendam pengecut.
“Kekalahan mereka tak terelakkan,” tegasnya dalam pernyataan resmi.
Sumber dari SBU Ukraina mengklaim bertanggung jawab atas insiden tersebut. “Kirillov adalah target sah karena keterlibatannya dalam kejahatan perang,” katanya.
Ukraina menuduhnya memerintahkan penggunaan senjata kimia terlarang. Dalam catatan SBU, Rusia menggunakan senjata kimia lebih dari 4.800 kali. Ini termasuk penggunaan granat tempur K-1 yang mematikan bagi pasukan.
“Pembalasan atas kejahatan perang tidak dapat dihindari,” tambahnya.
