Sementara itu, La Ode Agus, tokoh pemuda Lawa Raya berpandangan bahwa, Pj Bupati Bahri justru hadir untuk meluruskan serta membenahi tata pemerintahan dan pembangunan infrastruktur yang salah selama ini.
Agus yang juga merupakan bagian dari pejuang mekarnya Muna Barat tahu persis, siapa orang-orang dan yang membekingi gerakan untuk melakukan kritikan terhadap Pj Bupati, Bahri. Mereka katanya adalah orang-orang yang merasa sudah tidak mendapatkan peran dan kekuasan, sehingga tidak bisa lagi membagi-bagi 'kue' seperti yang terjadi selama ini.
"Kritikan-kritikan yang ada saat ini bentuk ketakutan untuk melindungi pemerintahan sebelumnya. Mereka takut, kedok kejahatannya dibongkar Pj bupati," terangnya.
Mantan Ketua BEM Fisipol UHO itu heran kenapa nanti saat ini mulai ramai melakukan sorotan terhadap kinerja Pj bupati. Dulu-dulunya, tak ada satupun berani yang mengatasnamakan aktivis menyoroti kinerja pemerintahan.
Baca Juga: Dana PEN Buton Utara Cair 25 Persen, Juli Pembangunan Infrastruktur Dimulai
