Kata Andi Muhammad Yusuf, kampung modernisasi beragama adalah model kampung yang mengutamakan kolaborasi lintas unsur, lembaga, dan lapisan masyarakat yang sangat memperkuat kehidupan masyarakat yang harmonis dalam keragaman, toleran dalam perbedaan dan memperkokoh sikap beragama yang moderat berbasis desa atau kampung.
"Selaku Penjabat Bupati Buton Tengah menyampaikan pesan kepada kita semua, agama harus hadir sebagai pemersatu bangsa, bukan sebagai pemecah bangsa. Penganut agama harus saling menghormati dan menjunjung tinggi sikap toleran dan kerukunan dengan sesama pemeluk agama di daerah ini," pungkasnya.
Baca Juga: HUT Buton Tengah ke-9, Manifestasi Sejarah Perjalanan Pembangunan Daerah
Selain itu, salah satu masyarakat Lakudo, Rahman mengatakan, adanya kampung modernisasi beragama teraebut, tentunya membawa dampak positif bagi masyarakat Buton Tengah.
"Kita ketahui bersama bahwa Indonesia adalah negara yang majemuk, di dalamnya terdapat beragam agama olehnya program ini sangat membantu menjalin keharmonisan dalam beragama," jelasnya. (B-Adv)
