Kata dia, berdasarkan data survei status gizi Indonesia (SSGI) di Buton Tengah tahun 2022 tercatat memiliki angka prevalensi stunting 41,6% , di mana di tahun sebelumnya 42,7% turun 1,1% tapi dari segi penilaian angka prevalensi stunting, Buton Tengah masih tertinggi di Sulawesi Tenggara.
"Langkah-langkah strategis yang telah dilakukan oleh Tim percepatan penurunan stunting (TPPS) telah dipersiapkan dengan baik, mudah-mudahan memberikan hal yang signifikan, kita perlu kerjasama yang baik dari semua stekeholder," paparnya.
Andi Muhammad Yusuf mengajak peran serta semua pihak, baik masyarakat maupun lembaga untuk berkolaborasi dalam menagani pencegahan percepatan penurunan stunting di Buton Tengah.
Baca Juga: Andi Muh Yusup: Nawaitu Saya Tulus untuk Kemajuan Buton Tengah
Selain itu, Sekda Buton Tengah, Konstatinus Bukide yang juga sebagai ketua TPPS menjelaskan, penunjukan bapak-ibu asuh anak stunting sudah ditetapkan dengan Surat Keputusan Bupati Buton Tengah nomor 288 tertanggal 28 Februari 2023. Di mana Keluarga berisiko stunting untuk Buton Tengah tahun 2021 sebesar 12.565 kelurga, tahun 2022 tinggal 5.206. Keluarga berisiko stunting dari 7 kecamatan, Mawasangka yang terbesar yaitu 1.698 orang.
