"Harus jelas semua dan hindari pengkultusan nama tertentu yang bisa menimbulkan ketersinggungan orang lain yang berjasa," ungkapnya.
Jebolan STPDN 07 itu menginginkan penulisan naskah sejarah itu tidak harus tebal dan menonjolkan salah satu pihak.
Baca Juga: PDIP Buka Karpet Merah untuk Abdul Rasak, Kader NasDem: Tak Mungkin ke Partai Lain
"Biar tipis, tapi sesuai fakta sebenarnya," ujarnya.
Sesuai rencana, naskah sejarah itu akan dibacakan pada peringatan HUT Muna Barat ke 8 pada 23 Juli mendatang.
