Menurut Yusmin, pernikahan dini memberi kontribusi pada kondisi stunting. Banyak anak-anak lahir dari pernikahan dini menjadi korban stunting disebabkan orang tua muda seringkali tidak siap secara fisik maupun finansial (ekonomi) untuk merawat anak-anak mereka secara optimal.
“Ini menjadi salah satu penyebab utama meningkatnya angka stunting di Kolaka Utara. Karena itu, pemerintah harus memastikan pelajar sebagai generasi muda memahami bahaya pernikahan dini,” jelasnya.
Yusmin, yang masih menjabat sebagai Kadis Dikbud Sultra, menegaskan bahwa upaya pencegahan stunting tidak hanya bergantung pada pemerintah, namun juga membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk para pelajar.
Baca Juga: Tarik Minat Wisatawan, Pj Bupati Kolaka Utara Bakal Revitalisasi Objek Wisata Kampung Kuliner
Sebab itu, Yusmin mengajak seluruh pihak termasuk para pelajar untuk mendukung program pencegahan pernikahan dini dan memberikan pendidikan kesehatan yang lebih baik kepada generasi muda.
