“Saya ingin para pelajar di sini menjadi agen perubahan, kalian yang bisa memberi pengaruh besar kepada teman-teman, keluarga, dan lingkungan. Jangan biarkan pernikahan dini merusak masa depan kalian dan generasi berikutnya,” seru Yusmin.
Selain stunting, alumnus Universitas Haluoleo ini juga menekankan pentingnya perlindungan terhadap anak-anak dari segala bentuk kekerasan. Yusmin meminta Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak membuka posko pengaduan khusus penanganan kekerasan terhadap anak di tiap kecamatan.
“Saya tidak akan mentolerir kekerasan terhadap anak-anak kita,” tegasnya. (C-Info)
Penulis: Muh. Risal H
Editor: Mustaqim
