Menurutnya, Kolaka Utara memiliki potensi sumber daya alam melimpah khususnya nikel, tapi sayang ratusan kapal yang setiap tahunnya mengangkut nikel dari Kolaka Utara dan menjualnya di daerah lain.

"Untuk itu, kami bersama teman-teman OPD termasuk Kadis Dikbud tengah berjuang agar industri smelter bisa hadir di Kabupaten Kolaka Utara," terangnya, Kamis (27/10/2022).

Deposit nikel Morowali, lanjutnya, tidak sebesar yang ada di Kolaka Utara, namun mereka mampu menyakinkan investor masuk ke wilayah mereka dan sekarang industri smelter di sana sudah menyerap 72.000 tenaga kerja.

"Gaji paling rendah di sana itu sebesar Rp 5 juta. Itu untuk buruh kasar," urainya.

Kehadiran industri di sana mendongkrak PAD mereka hingga  tembus diangka Rp 460 miliar, dengan Dana Bagi Hasil sebesar Rp 560 miliar.