"Soal indikator makro, geliat ekonomi Kolaka Utara sempat stagnan akibat ditekan pandemi COVID-19. Pendapatan per kapita tetap relatif sama dari angka Rp 57,50 juta pada 2019 menjadi Rp 57,47 juta pada 2020," urainya.

Realisasi anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD), lanjutnya, sebelumnya telah diintervensi dari angka 85,29 persen menjadi 89 persen dan tahun ini Pemkab Kolaka Utara memproyeksi pendapatan daerah sebesar Rp 904,14 miliar sehingga optimalisasi belanja daerah perlu direncanakan dengan matang.
Sementara percepatan penurunan kemiskinan ekstrem dan stunting di daerahnya, ia telah meminta jajarannya melakukan tracking desa-desa yang masuk miskin ekstrem tersebut untuk memvalidasi fakta di lapangan.
Baca Juga: Mahasiswa Beber Persoalan MAN 2 Model Medan, Minta Copot Kepala Madrasah
