"Memungkinkan terjadinya pola keseimbangan hidup di dalam masyarakat sehingga tercipta masyarakat Baldatun Thoyyibatun wa Rabbun Ghafur," imbuhnya.
Sukanto Toding menambahkan, Al-Qur'an memiliki dimensi historis, ruang, dan waktu yang berbeda, al-Qur'an merespon berbagai problematika sosial kehidupan yang terjadi di dalam masyarakat atau memberi ketetapan hukum sebagai ajaran agama yang mesti ditaati.
Olehnya itu, bacaan terhadap Al-Qur'an membutuhkan pengetahuan yang mendalam, terutama dalam upaya menggali makna-makna yang terkandung di dalamnya.
"Saya berharap bulan Ramadhan ini dapat dijadikan momentum untuk menjalin silaturahmi yang baik, memperbaiki dan meningkatkan pemahaman, penghayatan, serta pengalaman kita terhadap ajaran Al-Qur'an," imbaunya.
"Termasuk menyadari pentingnya menjaga kelestarian lingkungan hidup kita agar bisa terindar dari berbagai bencana alam yang akan merugikan kita semua," tutup Pj Bupati.
