Pemeriksaan kesehatan dilaksanakan bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Panitia membagi lokasi pemeriksaan menjadi tujuh posko, dengan masing-masing melayani sekitar 110 peserta.
“Kalau tes kesehatan, kami koordinasi dengan BNN Provinsi. Jadi memang lokasi didasarkan pada jumlah peserta, di mana satu posko itu kurang lebih 110 orang yang tes,” ujar Syawal.
Untuk mendukung pemeriksaan, BNN menurunkan tujuh tim. Kegiatan pemeriksaan dijadwalkan berlangsung selama satu hari dan menjadi bagian dari rangkaian PKKMB yang dilaksanakan selama tiga hari.
“Untuk tes kesehatan ini, memang konsennya itu di pemeriksaan narkoba. Parameter yang digunakan, enam parameter,” jelasnya.
Syawal mengatakan sejauh ini pelaksanaan pemeriksaan berjalan tanpa kendala berarti.
