Dikatakan Amin, Kementerian Keuangan memprediksi tahun ini perekonomian tumbuh minus 0,5?n pada kuartal I tahun ini, merujuk penjelasan Menkeu Sri Mulyani, ekonomi Indonesia tumbuh minus 3,1%. Sementara itu, Bank Dunia memprediksi pertumbuhan ekonomi negative akan berdampak meningkatnya penduduk miskin Indonesia 2,1% - 3,6%. Artinya, 5,6 juta - 9,6 juta warga Indonesia jatuh miskin akibat dampak pandemi COVID-19.

“Dana talangan dan PMN itu bisa ditunda hingga ekonomi benar-benar pulih. Dana tersebut bisa dialokasikan untuk menyelamatkan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang menampung puluhan juta rakyat kita dalam mencari nafkah," jelasnya.

Lebih lanjut kata Amin, jika dipaksakan, maka dana talangan dan PMN hanya akan membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang saat ini kondisinya sedang megap-megap, sehingga memaksa pemerintah menambah utang baru.

“Periode Januari – Mei 2020 saja, pemerintah sudah menarik utang baru sebesar Rp 360,7 triliun. Gunakanlah dana pinjaman itu secara bijak, karena itu rakyatlah yang harus membayarnya. Apalagi ekonomi kita mengalami kontraksi hebat akibat wabag COVID-19 sehingga pertumbuhannya minus,” ucap Amin.

Bagi Amin, anggaran penanganan wabah dan penyelamatan kebutuhan dasar rakyat yang terdampak akibat pandemi jauh lebih prioritas.