“Tadi saya ingin perkuat, tegaskan bukan hanya ahlan wa sahlan wa marhaban, tapi insyaallah kita ingin lebih erat lagi. Makanya tadi kita sama-sama menyanyikan lagu Yaa Lal Wathan. Alhamdulillah semua siap dan kompak untuk bersatu, saya kira itu,” jelas Syaikhu.
Dia kemudian memohon maaf kepada Ketum PKB sekaligus bacawapres Cak Imin karena tidak hadir saat deklarasi capres-cawapres di Surabaya, Jawa Timur. Syaikhu mengatakan saat itu PKS masih menghormati keputusan Majelis Syuro.
Sementara itu, bakal cawapres Cak Imin memastikan PKB dan PKS tidak akan pernah mengedepankan politik identitas. Meski PKB dan PKS berada dalam satu koalisi yang sama.
“Kita sudah punya track record di DPR bersama PKS, tidak pernah mengedepankan politik identitas, tapi kita tidak bisa melepas dari identitas masing-masing,” kata Cak Imin.
PKB dan PKS, menurut Cak Imin, memiliki identitas masing-masing. Namun, dia meyakini keduanya tidak akan memakai politik identitas. “Jadi kita punya identitas masing-masing. Identitas saya dari Jawa Timur, Pak Syaikhu dari Jawa Barat. KTP nya sama-sama Jakarta barang kali. Itu identitas kita,” katanya dengan nada berkelakar.
