Dia mengaku, kesepakatan penyelenggaraan seleksi yang kedua kalinya, dirinya yang memimpin rapat dan disepakati seleksi dilakukan tanggal 25-26 Juni, namun dia menuding PODSI mengubah jadwal sepihak menjadi tanggal 22-24 Juni 2021.

Baca Juga: Bertambah 81 Orang, COVID-19 di Kendari Jadi 620 Kasus Positif

"Kita sepakati tanggal 25 pemanggilan atlet tanggal 26 kita seleksi, terus tiba-tiba oleh sepihak PODSI merubah jadwal menjadi tanggal 22-25 akhirnya mereka seleksi masih ada yang tidak ikut, masih ada yang tidak terpanggil," katanya kepala awak media saya dihubungi melalui sambungan telepon.

Menurutnya, atlet yang tidak ikut seleksi itu merupakan atlet yang pernah mengharumkan nama Sultra, sehingga mereka menunda untuk memasukkan nama atlet hasil seleksi PODSI ke PB PON.

Tentang dua surat yang dikirimkan dengan waktu yang berdekatan, Asar mengakuinya. Namun, dia mengaku pihaknya tidak melakukan seleksi ulang namun tes peringkat dari sekira 100 menjadi 43 orang.