Saat kejadian akses jalan masih belum bisa digunakan hingga proses pembersihan potongan pohon selesai.
“Saya terakhir meninggalkan lokasi sekitar jam 10 pagi. Saat itu jalan masih belum bisa dilalui karena teman-teman Damkar masih membersihkan sisa-sisa pohon tumbang,” tambah Merdin.
Menurutnya, tumbangnya pohon asam itu karena hujan lebat yang mengguyur sepanjang hari sebelumnya hingga menyebabkan tanah di area tersebut menjadi labil, ditambah usia pohon yang sudah tua.
“Korban tidak ada. Kalau kerugian dari PLN sekitaran kurang lebih Rp 200 juta. Itu dari energi yang tidak tersalur selama kurang lebih 4 jam,” ucapnya.
Baca Juga: Misteri Kematian Wanita di Baubau Terungkap, Beberapa Jari Tangan Terpotong
