Jenderal lapangan, Hajirban mengungkapkan, kembalinya demonstrasi karena ketidakjelasan penyelidikan hukum olen kepolisian terhadap terduga penghinaan suku. Massa mendesak untuk bertemu langsung Kapolda Sulawesi Tenggara.
Tampak sejumlah massa melakukan orasi menggunakan sarung adat. Menurut mereka, hal itu sebagai salah satu simbol suku yang memiliki adat, tidak pantas menerima penghinaan.
Sementara salah seorang perwakilan lembaga Pemerhati Adat Muna Kota Kendari, Sarman mengatakan, demonstrasi kali ini hadir sebagai perwakilan suku yang tidak menginginkan perpecahan akibat perbuatan oknum yang tidak bertanggung jawab.
Dalam orasinya, ia tidak menginginkan lagi salah satu suku di Sulawesi Tenggara ada penghinaan. Takutnya persoalan itu ditunggangi politik yang akan memicu perpecahan
Baca Juga: Kenal di Facebook, Siswi SMP di Konawe Kepulauan Diduga Dicabuli Kuli Bangunan
