"Ini yang tidak kami inginkan," ungkap Sarman.

Sarman menambahkan, demonstrasi dibangun melalui pergerakan damai untuk mengawal seluruh kultur yang ada di Sulawesi Tenggara dari isu SARA, sehingga mereka meminta agar kepolisian betul-betul serius menangani persoalan itu.

Massa juga menyampaikan, sebagai masyarakat yang beradat, hadir dalam demonstrasi itu menjadi wujud penolakan ketidakbenaran terkait penghinaan suku melalui grup Facebook.

Usai menyampaikan orasinya massapun di terima di Kantor Polda Sulawesi Tenggara. (A)

Penulis: Thamrin Dalby